Home · Poems · Thoughts

Lima Kata

Ketika puisiku tak lagi merdu; pada peti itu kukubur sejumlah bait sumbang. Ketika puisiku tak lagi aku; pada senja aku mulai menyerah pada gamang. Ketika aku menjadi puisi; pada ujung pena aku memilih bertahan.

Seharusnya aku puisi yang kuat spertimu. mencabik-cabik ulu hati dan merobek jiwa dengan lima kata.

Aku – tak – lagi – aku – tanpamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s