Flash Fiction · Home · Thoughts

Jatuh Cinta

Aku merasa begitu bodoh saat aku jatuh cinta. Begitu jugakah kamu? Ah, tapi dalam hal apapun kau selalu pintar mengontrol emosimu. Nada bicaramu tetap saja datar, tidak seriang intonasi suaraku. Seringkali aku lupa teori bahwa pria hidup dengan logika. Lalu apa yang harus aku lakukan dengan perasaan ini? Meletup-letup setiap kali bertemu denganmu.

Sebenarnya ini hanya pertemuan biasa, lalu aku sibuk membenahi garis bibirku karena goresan lipstick yang tidak pernah rapi, aku selalu khawatir tentang rambut, baju, sepatu,dan semuanya. Aku ingin terlihat cantik di depanmu, cukup hanya didepanmu saja. Tidakkah kau tau hal itu terkadang membuatku lelah? Bagaimana jika aku seorang berantakan yang ceroboh, masihkah ada pertemuan yang lain untukku?. Kembali aku bertanya-tanya, pertanyaan yang berputar di dalam batinku dan aku tak pernah menemukan jawabannya darimu.

Bahkan jatuh suka denganmu membuatku menjadi seorang aktris amatiran. Seringkali aku berpura-pura tertawa mendengar trend leluconmu dengan teman-temanmu. Aku hanya ingin tertawa bersamamu. Terkadang obrolan kita mulai membosankan, hening dengan gadget kita masing-masing atau terkadang obrolan kita seperti sebuah drama monolog, panjang lebar kau bercerita tanpa bertanya bagaimana denganku. Sepertinya, aku bukanlah hal menarik untuk kau tau.

Aku mulai mengeluhkan perasaan ini. Kenapa aku jatuh cinta padamu? Disaat aku tak mampu menjadi diriku saat bersamamu. Atau mungkin saja aku bisa menjadi gadis impianmu yang suka memakai rok dan berhenti berbicara bola. Aku mulai berbicara dengan semua topik yang kau pilihkan, hanya saja kau terlihat seperti ingin mendengar apa yang kau dengar. Jenak aku berpikir, begitukah cinta?

Aku memang begitu bodoh ketika aku jatuh cinta. Sangat buta untuk merasa bahwa kau sebenarnya memang tak pernah ada rasa. Lalu bagaimana dengan hari-hari kerasku kemarin? Lupakan saja..mungkin dengan cara ini si bodoh belajar bahwa jatuh cinta tak sebahagia yang dia kira.

Advertisements

2 thoughts on “Jatuh Cinta

  1. Baru aja ngalamin…entah apa iya jatuh cinta ya namanya, kedengeran kuno untuk zaman sekarang yang telah memiliki banyak perbendaharaan kata yang “cucok”, nah itu salah satu nya. Kejadian ini masih hangat, masih mengasap diatas kepalaku yang kufikir cerdas , namun yaa…aku setuju kalau jatuh cinta adalah suatu proses pembodohan secara gerilya. Diam-diam namun dalam. Tapi sakitnya sangat terang-terangan.

    Selama sebulan diberikan letupan-letupan kecil, kupu-kupu yang dengan sayap-sayap indahnya berterbangan di sekelilingku, dan terkadang hinggap seakan aku adalah bunga terindah yang pernah tumbuh.

    Tak lama berselang, mungkin cuma butuh waktu beberapa jam saja untuk dia patahkan tangkainya. Lalu pergi dan memperlihatkan kalau dia telah memiliki mawar lain yang lebih sesuai dengan jas baru nya. Tanpa pernah menoleh lagi ke arahku…lalu aku?

    Aku terlanjur jatuh dengan mata menghadap ke arahnya, tak ada pilihan lain selain menikmati pemandangan indah yang kemarin adalah aku.

    “Aku memang begitu bodoh ketika aku jatuh cinta. Sangat buta untuk merasa bahwa kau sebenarnya memang tak pernah ada rasa. Lalu bagaimana dengan hari-hari kerasku kemarin? Lupakan saja…mungkin dengan cara ini si bodoh belajar bahwa jatuh cinta tak sebahagia yang dia kira.” (Repetisi Rasa)

    1. Dear Ratih,

      Sempat terpikir memang, ungkapan “jatuh cinta” seperti sudah tertinggal masanya, tapi adakah kata yang lebih jujur selain itu? Bahkan, mengakuinya terkadang membuat wajahku merona. Bagaimana mungkin mengaku cinta ketika aku hanya sanggup menerka apa yang ia rasa..

      Jatuh cinta indah dengan caranya. Cara yang sempat kau sebut “pemandangan indah hari kemarin”.

      Tetapi seringkali kita lupa, terkadang hidup tak sebagaimana yang kita minta.

      Thanks untuk commentnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s