Home · Poems · Thoughts

Petani atau Tentara

Digantungnya pasrah di samping pintu

Teras depan dihiasinya dengan kelam

Katanya ini trend yang akan datang

Untuk sekedar melucu atau bukan; ia persilahkan masuk keputusasaan

Duduklah ia dengan teman baru barang seminggu

Mengeluhkan harga pendidikan hingga harga bawang

Semua ngasal! Semua ngasal! ia menggerutu

Sstt! Si bontot lagi tidur; ia mengumpat pelan

Mana kotak jampi-jampi?

Temannya tak mengenal kata televisi

Ia bangga menyebutnya balok harapan;

yang isinya cuma orasi para penjual mimpi

Pilih petani atau tentara?

Ah, sama saja;

yang penting si bontot ndak nelangsa.

 

(Rumah Berdikari, Juni 2014)

~Tulisan ini saya buat semata-mata karena jengah dengan harapan yang digembar-gemborkan oleh para kandidat Presiden pada Pemilu Presiden RI 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s