Home · Poems · Thoughts

TERBENAM

abram

***

(Fy)

Setelah gagal dengan gelas kelima ini
Ingin kubenamkan saja kepalaku dalam seember kopi
Aku tidak ingin tidur
Sebab terlalu takut mengulang mimpi

Seisi kamar sudah terlanjur penuh dengan nyanyian tentangmu
Sedangkan aku hanya bisa menatap langit dari jendela
Barangkali,
Jika kaca jendela ini kupecahkan
Dendang sialan ini bisa melambung ke udara
Mungkin terbawa angin sampai pintu depan rumahmu

Kau dengar ketukan mereka?
Ketukan perih yg memohon iba
Aku ingin melupakanmu
Tapi kamu begitu lekat
Semacam tahi lalat yg menumpuk di bilik jantungku

Kunyalakan lampu dan berkaca
Memeriksa sisa sisa jejakmu yang tertinggal pada wajahku
Kemudian kembali merasa kalah
Aku kembali ke tempat tidur
Tapi tidak untuk tidur

Diluar matahari terbit
Aku terbenam

***

October, 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s