Books & Movies · Home · Thoughts

I’ll Be Right There

18209505

This is my favorite part in Kyung-Sook Shin’s novel, I’ll Be Right There. Somehow, the narrative was reflecting my feelings toward something that I missed..

The future rushes in and all we can do is take our memories and move forward with them. Memory keeps only what it wants. Image from memories are sprinkled throughout our lives but that does not mean we must believe that our own or other people’s memories are of things that really happened. When someone stubbornly insists that they saw something with their own eyes. I take it as a statement mixed with wishful thinking. As they want to believe.

Yet as imperfect as memories are, whenever I am faced with one. I cannot help getting lost in thought. Especially when that memory reminds me of what it felt like to be always a step behind. Why was it so hard for me to open my eyes every morning, why was I so afraid to form a relationship with anyone, and why was I nevertheless able to break down my walls and find him?(*)

Books & Movies · Home · Thoughts

INSIDE OUT – Kebahagiaan Itu Butuh Upaya

pixar

Jika kita perhatikan dari alur ceritanya, Inside Out merupakan sebuah film yang sederhana. Film ini bercerita tentang perkembangan Riley dari bayi hingga usia 11 tahun, perpindahannya ke rumah dan sekolah yang baru dan bagaimana cara ia beradaptasi. Namun film ini tidak sesederhana yang kita pikirkan,  Docter mengemasnya dengan sangat jitu;  ia menambahkan 5 karakter yang tak lain adalah emosi dasar yang telah dimiliki Riley sejak lahir : Joy (Kebahagiaan), Sadness (Kesedihan), Fear (Ketakutan), Disgust (Perasaan Jijik), dan Anger (Ketakutan). Tentu saja semuanya berperan penting dalam kehidupan Riley, seperti dengan adanya Fear membuat Riley lebih berhati-hati dan waspada dan Disgust yang membuat Riley mengenali makanan apa yang ia sukai dan tidak ia sukai. Riley tumbuh dalam keluarga yang harmonis sehingga meskipun semua emosi dasarnya bekerja dengan baik, Joy tetaplah mendominasi. Peran Joy sebagai pembuat kebahagiaan bagi Riley terlihat sangat jelas ketika ia berusaha melakukan segala sesuatu agar Riley tetap berpikiran positif bahkan Joy tak mengijinkan Sadness mendekat ke dalam pusat kendali emosi. Sebagai bukti kuat, Joy membuat beberapa pulau kepribadian dalam diri Riley yang berisikan kenangan-kenangan indah dalam kehidupan Riley. Joy ingin Riley selalu bahagia, namun adakah yang salahkah dengan sikap Joy?

Semua orang ingin merasa bahagia dan terus memelihara pemikiran positif mereka apapun yang terjadi. Esensi dari berpikir positif yang selama ini kita kenal adalah menghalau perasaan-perasaan negatif dari dalam pikiran kita. Namun ada hal yang seringkali kita abaikan bahwa tak selalu ingatan yang dibawa oleh Sadness akan bermuara ke hal-hal yang negatif. Kesedihan mempunyai caranya sendiri untuk menguatkan dan kesedihan tak boleh diabaikan karena ia memiliki peran penting dalam emosi setiap orang.  Suara dari kesedihan mungkin terdengar satir dan sarat dengan kekalahan, pembuat kebahagiaan- Joy dalam otak kita pasti akan mencari seribu cara agar kita tidak didominasi olehnya. Lalu kita mulai menampilkan ingatan yang menyenangkan dan mulai terbesit keinginan untuk mengulangi kembali kejadian dalam ingatan tersebut, hal itulah yang dinamakan motivasi diri. Motivasi bisa kita didapatkan dari mana saja, dari olahraga yang kita senangi, makanan favorit kita dan bahkan motivasi bisa kita dapatkan dari sebuah kesedihan.

Kesedihan disini bukan memaksudkan sebuah depresi, karena depresi itu sendiri merupakan akumulasi kesedihan yang menimbulkan stress berkepanjangan. Kesedihan identik dengan air mata, perasaan abstrak karena berbagai sebab, lalu bagaimana kesedihan dapat memotivasi kita? Ahli Biokimia, Dr William Fret di Ramsey Medical Center, Minneapolis mengungkapkan bahwa hormon stress dapat dikeluarkan hanya melalui air mata dan dengan mengeluarkan air mata emosional akan membantu kita memproduksi hormon endorfin yang seringkali disebut sebagai “hormon kebahagiaan”. Seperti Riley, kita pun mempunyai pusat kendali emosi kita sendiri. Kita yang mengendalikannya dan kita jugalah yang akan menuai manfaatnya. Jika kita membiarkan Fear, Anger dan Disgust betah berlama-lama dalam pikiran pastinya itu akan mengacaukan hidup kita, namun sebaliknya milikilah emosi yang seimbang. Tak ada salahnya menangis jika kita ingin menangis, membiarkan kesedihan hinggap sebentar lalu memotivasi diri kita dengan serangkaian hal positif setelahnya. Melalui kesedihan kita dapat mengenali arti dari sebuah keluarga, cinta dan persahabatan dan melalui kesedihan jugalah kita mengerti bahwa kebahagiaan adalah hal berharga yang harus kita upayakan.

Books & Movies · Home · Thoughts

#1 ADULTERY

download

Jenis Novel         : Novel Terjemahan

Judul Buku          : Selingkuh (Adultery)

Penulis                 : Paulo Coelho

Tebal Buku          : 315 halaman

Tahun                   : 2014

Siapa yang tidak kenal dengan nama Paulo Coelho? Namanya meroket setelah novel “The Alchemist” miliknya berhasil mendunia dan diterjemahkan dalam puluhan bahasa. Novel Adultery merupakan karya teranyar dari penulis Brazil ini. Kutipan pada synopsis di balik buku ini juga menarik hati saya untuk membacanya: “Kadang-kadang kau harus kehilangan dirimu dulu untuk bisa menemukan dirimu yang sejati”

Konsisten dengan gaya penulisannya yang sederhana dan penuh dengan filosofi kehidupan. Coelho mengemas secara apik konflik batin dan pikiran seorang wanita. Linda terjebak dalam kebosanan dan keinginan yang ia tidak benar-benar pahami. Sesuai dengan judulnya, kisah di dalam novel ini mudah saja ditebak yaitu tentang perselingkuhan. Keinginan untuk kembali lagi merasakan jatuh cinta muncul sekonyong-konyong ketika ia telah berumah tangga dan mempunyai suami dan anak yang begitu mencintainya.

Linda, tokoh utama di dalam cerita ini yang juga seorang jurnalis di perusahaan media ternama di Swiss, bertemu dengan mantan pacarnya Jacob Konig yang maju dan terpilih menjadi seorang walikota di Jenewa, Swiss. Pekerjaanlah yang membuat mereka akhirnya bertemu kembali setelah sekian tahun lamanya, pertemuan pertama mereka berakhir dengan seks singkat yang mendebarkan, disaat itulah petualangannya dimulai.

Secara lazim perasaan bersalah dan takut ketahuan itu muncul. Bagaimana ia mampu mengkhianati suami yang mencintainya dan sedikitpun tak pernah menaruh curiga terhadapnya. Sikap Jacob yang acuh tak acuh padanya semakin membuat Linda tertantang untuk mendapatkannya dan mengalahkan wanita “sempurna nan sombong” yaitu istri Jacob. Segala hal-hal bodoh dilakukannya demi mendapatkan seorang Jacob Konig dimulai dari membeli narkoba untuk menjebak istri Jacob hingga menjadi budak seks bagi Jacob Konig.

Akhir cerita dari novel ini begitu melegakan. Setiap detil dalam cerita ini sanggup dijadikan suatu pembelajaran bagaimana kehidupan itu seharusnya terjadi. Apakah kebahagiaan itu? Mereka yang terlihat bahagia belum tentu benar-benar bahagia. Pasangan suami istri yang melalui hari demi hari hanya untuk anak-anak mereka namun disisi lain mereka lupa bahwa cinta mula-mula telah hilang entah kemana. Cerita sederhana untuk mengenali apa yang kita inginkan di dalam kehidupan. Patut dibaca 🙂